Manusia Go Public, Wajah Baru Era Baru

130617_ptpnx-oye

Selama ini istilah “go Public” acap kali muncul untuk mendeskripsikan sebuah perusahaan yang akan melantai di bursa saham. Melepas sahamnya kepada masyarakat secara terbuka dengan persentase tertentu, demi mendapatkan modal untuk ekspansi bisnis perusahaan. Namun manusia “go public” yang dimaksud disini, adalah model manusia yang siap menghadapi persaingan (competition) di level domestik maupun internasional. Manusia yang ahli dan menguasai kompetensi tertentu, sehingga memiliki nilai jual di pasar global. Sama halnya dengan sebuah perusahaan yang melepas sahamnya ke publik karena adanya daya jual (strong buy). Semakin bagus kondisi/kinerja perusahaan, maka peminat yang membeli semakin meningkat, sehingga menaikan harga saham. Untuk itu, kemampuan bersaing menjadi jawaban menghadapi tantangan di era global saat ini.
Persaingan dewasa ini, tidak hanya dibatasi pada level manusia antar kelompok. Akan tetapi, sudah merambah kepada manusia antar Negara. Apalagi semakin mudahnya moda transportasi dan komunikasi, hubungan antar suatu Negara menjadi lebih cepat. Dengan kemudahan tersebut “barter” antar Negara tidak lagi dibatasi. Penggunaan barang dan jasa mulai berstandar internasional (ISO). Seperti Jepang, produk lokal tersebar di berbagai Negara dan berstandar internasional. Kualitas SDM Jepang yang mumpuni mampu menjawab tantangan global dengan menghasilkan barang dan jasa berdaya saing tinggi. Mereka adalah manusia-manusia yang sudah terbentuk dengan iklim kerja yang competitive.
ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN jika tidak ada aral melintang mulai berlaku tahun 2015. 10 negara anggota ASEAN bersatu untuk menjadi salah satu kawasan perekonomian yang dapat diperhitungkan dalam percaturan perekonomian internasional. Masing-masing Negara kawasan berlomba-lomba mempersiapkan sumber daya yang dimiliki termasuk mempersiapkan SDM. Dengan demikian, secara tidak langsung meningkatkan kondisi perekonomian di Negara-negara kawasan ASEAN. Sekertaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh, mengatakan bahwa MEA ini sendiri akan membawa banyak manfaat bagi Negara-negara yang terintegrasi, seperti; turunnya angka kemiskinan, meningkatnya pertumbuhan investasi, peningkatan produk domestic bruto, mengurangi pengangguran, dan peningkatan angka di dunia perdagangan1.
Menghadapi MEA 2015, indonesia menjadi Negara paling di incar oleh Negara ASEAN lainnya. Indonesia menjadi anggota dengan jumlah penduduk terbesar mencapai 40,3 persen dari keseluruhan penduduk ASEAN. Dan Secara geografis, Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau dengan luas total daratan 1.922.570 kilometer persegi. Sumber daya alam melimpah meliputi pertambangan, perikanan, pertanian dan perkebunan. Potensi alam tersebut ada yang dikelola oleh swasta lokal maupun investor asing. PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara adalah contoh dua perusahaan asing asal Amerika Serikat yang telah melakukan penambangan dan eksplorasi atas sumber daya alam Indonesia. Di sektor perikanan, Indonesia tercatat memiliki garis pantai 54.716 kilometer atau terpanjang kedua di dunia setelah kanada. Namun ironis, kemampuan ekspor produk perikanan dan kelautan Indonesia masih kalah oleh Negara-negara kecil di Asia Tenggara. Ekspor produk perikanan Indonesia menempati urutan kelima di di Asia Tenggara, bukan di dunia. Thailand memiliki luas laut yang jauh lebih kecil dari Indonesia. Tapi Thailand mampu ekspor sepuluh kali lebih besar dari Indonesia2. Di sektor pertanian dan perkebunan, peraturan presiden nomor 39 tahun 2014 yang di tanda tangani oleh presiden republik indonesia (23 April 2014) tentang kepemilikan saham asing hingga 95 %, membuka ruang lebih luas bagi investor asing untuk investasi di sektor pertanian dan perkebunan.
Keterbatasan modal menjadi alasan utama mengapa sumber daya alam Indonesia dikelola asing. Seperti yang disampaikan oleh pakar ekonomi senior, Prof. Drs. Dawam Rahardjo, meskipun Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya, Indonesia tidak memiliki modal, sehingga harus meminjam modal ke Negara-negara asing. Konsekuensinya, Indonesia masih tergantung pada Negara-negara asing.
PTPN X yang memiliki core bisnis perkebunan harus bisa menunjukkan bahwa persaingan global (MEA 2015) bukanlah sebuah ancaman, tetapi pembuktian bagi insan-insan PTPN X untuk bersaing di kancah global. Melalui peningkatan kualitas SDM yang terarah dan berkelanjutan (Continue) modal awal menuju persaingan dengan Negara-negara kawasan ASEAN maupun Dunia. Belajar dari Michael porter (1991) yang terkenal dengan teori Competitive strategy mengemukakan bahwa perusahaan harus menyiapkan daya saing khusus agar memiliki proses tawar menawar yang kuat (bargaining power) dalam persaingan. Menurut porter ada tiga faktor utama yang harus dipenuhi untuk mencapai keberhasilan dalam persaingan bisnis. 1) adanya tujuan perusahaan dan fungsi-fungsi manajeman, seperti fungsi produksi dan pemasaran harus memperlihatkan posisi yang terkuat di pasar. 2) tujuan dan kebijakan tersebut ditumbuhkan berdasarkan kekuatan, serta diperbaharui terus secara dinamis sesuai dengan peluang-peluang dan ancaman eksternal. 3) perusahaan harus memiliki dan menggali kompetensi khusus (distinctive competencies) sebagai pendorong untuk menjalankan perusahaan, misalnya dengan “brand image reputation”, dan biaya produksi yang rendah (low cost)3.

Konsep Diri
Membangun SDM yang kuat, dimulai dengan mematangkan konsep diri. Karena apapun tindakan yang dilakukan bersumber dari dalam diri. Sehingga dituntut untuk siap menerima segala konsekuensi atas tindakannya. Konsep diri ini tidak bisa begitu saja dipelajari lewat buku karena hasilnya hanyalah pemahaman lewat logika. Namun konsep diri ini dapat dibangun dengan malakukan tindakan-tindakan positif.
Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Penelitian ini melibatkan 342 subyek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Para subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan bea siswa dari Colombia University. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi mereka. Hasil penelitian yang benar-benar mengejutan para peneliti itu adalah: Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan, cum laude atau summa cum laude), mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya, mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa-biasa. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup4.
Konsep diri menjadi penyumbang terbesar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Sama halnya dengan seorang pilot mengemudikan sebuah pesawat, terlepas dari sebaik apapun teknologi yang digunakan pesawat tersebut, apabila tidak memiliki konsep yang jelas mengenai tujuan, arah dan hal lain yang berkaitan dengan pesawat maka tidak akan ada manfaat pesawat itu terbang.
Begitu juga dengan manusia. Konsep diri adalah pilot pengendali untuk menentukan kemana tujuan dan arah hidup. Konsep diri ini akan masuk di pikiran bawah sadar seseorang untuk melakukan sebuah tindakan. Semakin baik konsep diri maka jalan menuju kesuksesan semakin mudah.
Selain konsep diri yang bersumber dari dalam diri seseorang, faktor eksternal juga berpengaruh terhadap kepribadian dan sikap seseorang. Faktor eksternal ini sebagai penguat konsep diri dan dikembangkan melalui; diskusi dengan orang sekitar (sharing), mengikuti kursus dan pelatihan (training), studi banding (branch mark), pendidikan (Education), dan budaya (culture).

Era Baru Pasar Global
Tantangan yang dihadapi PTPN X ke depan, dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, bagaimana meningkatkan kinerja dan daya saing korporasi di tengah persaingan bisnis global. Peningkatan mutu SDM menjadi kata kunci bagi PTPN X menghadapi persaingan MEA 2015 yang sudah di depan mata.
Setidaknya model manusia berikut, menjadi alternative bagi PTPN X untuk menghadapi persaingan global, baik tingkatan domestik maupun internasional.
Pertama, inovatif. Selalu mengembangkan hal-hal baru, dalam rangka perbaikan ke arah yang lebih baik. Meminjam istilah Jepang “kaizen” dalam bahasa Jepang bermakna “perbaikan berkesinambungan” (suatu proses penyempurnaan terus menerus tiada henti) Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Atau singkatnya inovasi tiada henti.
Kedua, adaptif. selalu menyesuaikan diri dengan model bisnis dan perubahan lingkungan. Zaman selalu berubah, menuntut setiap orang untuk selalu menyesuaikan perubahan. seperti PTPN X yang selalu membaca perubahan iklim bisnis, khususnya gula, dari tahun ke tahun mengalami kondisi yang stagnan ditengah harga pasaran yang kurang bisa menjanjikan. Dengan telah dibangunnya Pabrik Bioethanol di mojokerto, PTPN X mengembangkan sayap bisnisnya tidak hanya gula. co-generation dibeberapa unit usaha juga menjadi alternative bisnis PTPN X. Tuntutan diversifikasi produk turunan tebu menjadi keniscayaan.
Ketiga, kompetensi. fokus pada beberapa kompetensi menjadikan seseorang ahli di bidangnya. Manusia dengan segala keterbatasannya masih diberikan kelebihan oleh Sang Pencipta. Kelebihan ini dapat dimanfaatkan dengan mengasah kemampuan diri dalam rangka peningkatan kompetensi.
Keempat, up date IPTEK. Ilmu pengetahuan dan teknologi setiap saat selalu berubah. Diperlukan SDM yang mumpuni (qualified) untuk mengawal roda perubahan. Apalagi pabrik gula yang dimiliki PTPN X adalah peninggalan kolonial belanda yang teknologinya harus terus di up date mengikuti perkembangan zaman. Dengan implementasi teknologi yang tepat akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas korporasi. Karena akan sulit berbicara persaingan apabila tidak adanya langkah-langkah efisiensi dan efektifitas.

Optimalisasi Potensi
Dengan segala potensi yang dimiliki bukan mustahil bagi PTPN X menjadi leader dalam persaingan bisnis dengan masyarakat internasional. Setelah pada 2014 lalu tetap menjadi leader sebagai produsen gula terbesar se-indonesia. Kekuatan SDM adalah instrumen utama bagi perusahaan dalam mencapai prestasi tersebut. Selain itu, komitmen sebagai superteam harus terus dipupuk di lingkungan perusahaan yang pada tahun 2014 ini mampu memproduksi gula sebanyak 468.337 ton. Ditambah dengan ekspansi bisnis yang terus dilakukan PTPN X, mulai dari pembentukan anak usaha rumah sakit, PT. Nusantara Medika Utama, diversifikasi produk turunan tebu, Bioethanol dan rencana pembangunan co-generation. Ekspansi bisnis tersebut, harus dikawal oleh SDM yang ahli dan berkompeten agar tidak kalah oleh pesaing yang kualitas SDMnya lebih unggul. Potensi SDM yang ada harus diarahkan dan dikembangkan sedini mungkin menuju standar kualitas dunia. DIrektur Utama PTPN X, Ir. Subiyono, MMA, mengatakan, perusahaan ini (PTPN X) sangat berpotensi untuk terus dikembangkan. Dalam proses pengembangan juga bergantung dari sumber daya manusia (SDM)5.
Persaingan global tidak bisa dipahami hanya sebatas teori, tetapi yang lebih penting dari itu adalah bagaimana membangun mental SDM PTPN X menjadi mental yang mampu bersaing (competitive) terutama di level internasional. sehingga gelar manusia go public benar-benar terwujud, dan menjadi wajah baru budaya kerja di lingkungan PTPN X menyambut era baru bisnis global.
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 adalah momentum dimana PTPN X mengukir sejarah, menapaki arus liberalisasi perdagangan dengan kepala tegak dan hati yang lapang, menuju kemandirian perusahaan di kancah global. Dengan semangat kebersamaan antar SDM PTPN X di semua lini, songsong MEA 2015.

DAFTAR PUSTAKA

1 Berdikarionline.com dalam artikel “MEA 2015 dan ancamannya bagi kaum perempuan”, 6 oktober 2014
2 Koran Jawa Pos Edisi ASEAN ECONOMIC Community, 6 Januari 2015
3 Porter, Michael. 1991. Towards A Dynamic Theory Of Strategy. Strategic Management Journal, Vol. 12 95-117, 1991
4 Staff.uii.ac.id dalam artikel “Keberhasilan hidup dan keberhasilan akademik”, 25 juli 2008
5 Ptpn x MAG, Volume 007/Th-III, edisi Januari-Maret 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s